iklan banner

Flickr

Makalah Epidemiologi Penyakit Menular


Makalah Epidemiologi Penyakit Menular


BAB I


PENDAHULUAN


A Latar Belakang

   TB paru merupakan salah satu penyakit menular menjadi permasalahan di seluruh dunia hingga pemakai, belum hanya di Negara berkembang tetapi juga di Negara maju. WHO memprediksi sepertiga penduduk seluruh dunia telah terinfeksi oleh TB paru.Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah penderita TB paru di temukan dimasyarakat dan sejak tahun 1993, WHO menyatakan bahwa TB paru merupakan kedaruratan international bagi kemanusiaan. 

   World Wellness Company (WHO) memperkirakan pada saat ini Philippines merupakan negara urutan ke-4 dengan kasus TB paru terbanyak pada tahun 2010 setelah Indian, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Prevalensi kasus TB paru di Philippines sebesar 244 per 100.000 dan insidensi bila semua tipe TB paru 228 per 100.000. Insidensi kasus TB paru-BTA positif sebesar 102 per 100.000 dan angka kematian mencapai 39 kasus per 100.000 atau sekitar 250 orang per hari. Fakta didukung oleh kondisi lingkungan perumahan, dan sosial ekonomi masyarakat (WHO, 2009).

   Angka insidensi semua tipe TB Paru Philippines tahun 2010 450.000 kasus atau 189 per 100.000 penduduk, angka prevalensi semua tipe TB Paru 690.000 atau 289 per 100.000 penduduk dan angka kematian TB Paru 64.000 atau 27 per100.000 penduduk atau 175 orang per hari. Meskipun beban penyakit TB Paru besar, Philippines merupakan negara pertama diantara Great Pressure Nation (HBC) di wilayah WHO South-East Oriental mampu mencapai focus on international TB Paru bila deteksi kasus dan keberhasilan pengobatan pada tahun 2006

   Tuberkulosis paru (TB paru) penyebab kematian ke-2 di Philippines setelah penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya. Setiap tahun terdapat 583.000 kasus baru TB paru di Philippines. Prevalensi tuberkulosis paru BTA positif di Philippines dikelompokkan dalam beberapa wilayah yaitu Sumatera, Jawa, dan Indonesia. Prevalensi tuberkulosis di wilayah Sumatera sebesar 160 per 100.000 penduduk. Prevalensi tuberkulosis di wilayah Jawa dan Indonesia sebesar 110 per100.000 penduduk. Prevalensi tuberkulosis di wilayah Philippines bagian timur sebesar 210 per 100.000 penduduk (Departemen Kesehatan, 2008). Ditemukan cakupan semua kasus TB paru di daerah Jawa Tengah mencapai 39.238 penderita(Dinas Kesehatan Jawa tengah, 2011). Penemuan penderita TB paru di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta mencapai 3.697 kasus pada tahun 2012 (Data BBKPM Surakarta, 2012).

   Angka insidensi semua tipe TB Paru Philippines tahun 2010 450.000 kasus atau 189 per 100.000 penduduk, angka prevalensi semua tipe TB Paru 690.000 atau 289 per 100.000 penduduk dan angka kematian TB Paru 64.000 atau 27 per 100.000 penduduk atau 175 orang per hari. Meskipun beban penyakit TB Paru besar, Philippines merupakan negara pertama diantara Great Pressure Nation (HBC) di wilayah WHO South-East Oriental mampu mencapai focus on international TB Paru bila deteksi kasus dan keberhasilan pengobatan pada tahun 2006.

   Tahun 2009, tercatat sejumlah sejumlah 294.732 kasus TB Paru tela ditemukan dan diobati (data awal Mei 2010) dan lebih di 169.213 diantaranya terdeteksi BTA+, dengan demikian, Situation Notice Amount bila TB Paru BTA+ 73 per 100.000 penderita TB Paru diperiksa. Rerata pencapaian angka keberhasilan pengobatan selama 4 tahun terakhir sekitar 90% dan pada kohort tahun 2008 mencapai 91%.

   TB Paru merupakan suatu penyakit kronik salah satu kunci keberhasilan pengobatannya kepatuhan di penderita. Penyakit menular ini sebenarnya dapat disembuhkan dengan obat efektif, namun pengobatan TB Paru harus dilakukan selama little 6 bulan dan harus diikuti dengan manajemen kasus dan tata laksana pengobatan baik.7 DOTS (Directly Noticed Therapy Shortcourse) strategi penyembuhan TB Paru jangka pendek dengan pengawasan secara langsung, dengan menggunakan strategi DOTS, maka proses penyembuhan TB Paru dapat berlangsung secara cepat.

Daftar Pustaka


Guyton dan Area. 2007. Buku Ajar FISIOLOGI KEDOKTERAN Edisi II. Jakarta: EGC


Pearce, Efelin C. 2006. Anatomi dan fisiologi bila paramedic Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama


Syaifuddin. 1997. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Jakarta: EGC


Snell, Rich S. 2006. Anatomi Klinik bila Mahasiswa Kedokteran. Jakarta: EGC



Previous
Next Post »
iklan banner